Teater Api Indonesia adalah sebuah kelompok pelaku seni yang senantiasa mengemban misi kebudayaan dalam setiap penciptaan, dengan visi bahwa teater sebagai gerakan kebudayaan yang memiliki nilai dan bentuk yang dapat dihadirkan ke hadapan masyarakat audience atau penonton. Teater bukan lagi sebagai laku pribadi, namun sudah dijadikan sebagai gerakan kebudayaan yang harus terus dilakukan dan disampaikan, dipersinggungkan dengan masyarakat di lain tempat, di lain wilayah, di lain negara. Dalam persinggungan itulah, akan terjadi interaksi, dialog, serta wacana dari persoalan manusia, masyarakat dan bangsa di negara ini maupun dunia global. Bahasa interaksi dari teater tubuh makin relevan dan universal untuk bersama-sama dipahami melalui gerak tubuh manusia dan kemanusiaan masing-masing persona.
Aktor Telah Mati Pertunjukkan Teater Api Indonesia bertolak dari idiom teater (keaktoran) secara konvensional : Pemeranan (realisme ) menjadi laku yang telah usang dan tertinggal, tubuh sebagai narasi (teater tubuh) pun harus digugat kembali atas ekspose tubuhnya. Tubuh aktor kini telah mati atas fungsi peran dan narasinya. Tubuh harus melakukan tugas baru yakni menghidupkan benda – benda menjadi pemeran baru dalam ruang dan peristiwa menjadi metafora. Benda – benda yang hadir harus menjadi kekuatan baru yang lebih besar secara estetik / artistik sekaligus menyampaikan pesan secara implisit / non verbal. Tubuh – tubuh aktor (pemeranan/penokohan) mengalami sublimasi dan menjelma menjadi benda – benda yang ” hidup”. Upaya memperlakukan tubuh “aktor” yang “dimatikan” menjadi berbeda dengan konsep teater yang ada sebelumnya. Dimana “aktor” tidak lagi menjadi satu-satunya subyek. Karena benda-benda pun menjadi “subyek” yang dihidupkan, memiliki narasi, sejarah, dan “berbicara”. Konsep dasar inilah yang saat ini menjadi ruang penjelajahan baru dan terus menerus menjadi ruang dialektika bagi para pelaku teater di dalam Teater Api Indonesia. Karena “menghidupkan benda-benda”, membaca narasi benda-benda dan membaca sejarah benda-benda, bukan proses yang sebentar, melainkan proses pembacaan yang panjang. Itulah mengapa pertunjukan teater dari Teater Api Indonesia tak pernah “selesai” setelah dipentaskan. Selalu ada dialektika, selalu ada narasi selanjutnya, wacana baru dari tubuh dan benda-benda, yang kemudian melahirkan pertunjukan-pertunjukan berikutnya.
Kebudayaan ( seni ) adalah proses membangun refleksi / perilaku manusia /masyarakat.
Menciptakan iklim yang konduksif sebagai proses kebudayaan bagi masyarakat.
Stage Manager
Aktor
Koordinator Litbank
Culture Entertainment & Theater Template Kit by Jegtheme. Powered by iocodes.net